Topeng Malang sebagai Cermin Budaya: UNIKAMA Hadirkan Pembelajaran Sastra Berbasis Kearifan Lokal

MALANG – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PSP SastrAsia), Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), menyelenggarakan kegiatan Kuliah Terpadu bertajuk “Topeng Malang: Jejak Tradisi, Cermin Identitas, dan Kearifan Lokal” pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan ini bertempat di Padepokan Seni Mangun Dharma, Malang, dengan menghadirkan Ki Soleh Adi Pramono sebagai narasumber.

Mengusung semangat Ngalam Hebak, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengenal, memahami, sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya lokal, khususnya seni Topeng Malang yang memiliki nilai historis, filosofis, dan estetis.

Melalui kuliah terpadu ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis mengenai warisan budaya, tetapi juga berkesempatan mengenal lebih dekat praktik kesenian tradisional serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Topeng Malang menjadi medium pembelajaran yang menarik untuk memahami hubungan antara seni, bahasa, sastra, sejarah, dan identitas masyarakat.

Kehadiran Ki Soleh Adi Pramono diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai perjalanan, makna, serta upaya pelestarian seni tradisi Topeng Malang. Pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan perspektif kebudayaan dan memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan warisan budaya daerah.

Bagi mahasiswa PSP SastrAsia, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan teori akademik dengan realitas kehidupan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkaya pemahaman mahasiswa tentang kebudayaan sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Melalui kegiatan Kuliah Terpadu ini, PSP SastrAsia UNIKAMA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, karakter, dan kecintaan terhadap identitas lokal.

Topeng Malang bukan sekadar warisan seni pertunjukan, melainkan cermin identitas dan kekayaan kearifan lokal yang perlu terus dijaga, dipelajari, serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Scroll to Top